Thursday, December 13, 2018

HANDOUT SISTEM PELUMASAN UM PURWOREJO 2018






HANDOUT SISTEM PELUMASAN

1.     PENJELASAN UMUM

Sistem pelumas adalah suatu cairan yang berfungsi untuk melumasi komponen pada mesin, karena pada dasarnya sistem berlumas berfungsi sebagai perekat, dan juga bisa mencegak kontak langsung antara 2 benda yang bergesekan



2.     FUNGSI PELUMAS

Pelumas berfungsi sebagai
·   Untuk mendinginkan komponen mesin secara langsung.
·   Untuk membilas kotoran yang tertempel pada komponen mesin.
·   Untuk melumasi komponen mesin yang bergesekan.
·   Untuk mencegah terjadinya keausan pada setiap komponen mesin.
3.      JENIS – JENIS SISTEM PELUMAS
1. Sistem Percik

Pada sistem percik, konstruksinya cukup sederhana. Karena oli mesin disalurkan ke seluruh komponen mesin melalui gerakan poros engkol. Tentu ada sebuah komponen seperti sendok yang akan memercikan oli keseluruh bagian mesin.

Hanya saja, sistem ini kurang efektif melumasi seluruh komponen yang memiliki lokasi agak jauh dari ruang engkol. Sehingga sistem percik hanya dipakai pada mesin tipe kecil seperti mesin sepeda motor, mesin pompa air atau pemotong rumput.




2. Sistem Pompa

Sistem kedua memanfaatkan penekanan oli melalui pompa. Sistem kedua terbukti lebih bisa menyalurkan oli keseluruh komponen mesin karena memiliki saluran yang terintegrasi dengan pompa ke bagian-bagian mesin.

Beberapa motor pruduksi terbaru sudah menggunakan sistem pompa ini karena dinilai lebih efektif dalam hal pelumasan.


3. Sistem kombinasi

Sistem kombinasi memiliki dua unit seperti yang dijelaskan diatas, dibagian ruang engkol terdapat sendok yang akan memercikan oli mesim dan hal itu masih ditambah dengan keberadaan pompa oli untuk menyalurkan pelumas ke bagian bagian terjauh dari ruang engkol.


4.      CARA KERJA SISTEM PELUMAS
Saat kondisi normal, oli terkumpul pada bak oli atau karter yang terletak pada bagian paling bawah mesin. Sementara itu, pompa oli memiliki input yang digerakan dari engkol mesin. Umumnya pompa ini menggunakan rotary pump.

Agar lebih jelas simak gambar sistem pelumas berikut. :


      Ketika mesin start, poros engkol akan memutar pompa oli akibatnya terjadi sedotan pada bagian inlet hose oil pump.
      Oli masuk kedalam pompa melalui inlet valve dan pada sisi lainnya oli ditekan oleh pompa
      Oli bertekanan tersebut mengalir melalui jalur oli masuk kedalam filter oli.
      Didalam filter, oli disaring dari berbagai kotoran dan kerak.
      Setelah disaring, oli kemudian disalurkan melalui oil feed menuju bagian atas mesin dan ke oil jet,


Ada banyak merk oli mesin yang beredar di pasaran dengan keunggulan yang berbeda – beda. Selain itu oli juga memiliki spesifikasi  SAE dan API Service yang berbeda juga, seperti misalnya “SAE 10W – 30 SJ Jaso MA dan SAE 15W -50 API SJ. Apa sebenarnya SAE dan API Service itu?
SAE (Society of Automotive Engineer), adalah nama asosiasi yang menerbitkan standar untuk produk-produk otomotif, termasuk di dalamnya adalah mesin diesel. Angka di belakang tulisan SAE  menunjukan tingkat viskositas (nilai kekentalan) oli. Semakin tinggi nilanynya semakin kental olinya.
Anda pasti pernah menemukan oli mesin yang bertuliskan SAE 20 dan SAE 10w – 50. Apa beda keduanya? Yang pertama tadi adalah Oli single grade, sedang yang kedua adalah Oli multi grade.
1. Oli mesin Single Grade.
Tingkat viskositas pada oli mesin ini hanya ada satu macam saja. Misalnya SAE 20, SAE 30, SAE 40. Tingkat viskositas oli single grade tetap, pada suhu rendah maupun tinggi.  Namun seiring perkembangan, oli mesin single grade mulai ditinggalkan. Ini disebabkan karena tingkat viskositasnya terlalu tinggi ketika dalam suhu dingin, sehingga mesin berat saat dinyalakan.
2. Oli mesin Multi grade.
Oli mesin multi grade memiliki 2 tingkat viskositas, seperti SAE 10W – 40. Huruf adalah singkatan dari Winter. Jadi oli tersebut akan berada pada tingkat viskositas (kekentalan) 10 pada musim dingin (winter), lalu berada pada tingkat 40 pada saat panas.
Oli mesin multi grade sekarang lebih mendominasi pasar kita, karena wilayah geografis Indonesia memiliki cuaca yang cukup bervariasi, bergantung pada waktu (cuaca) dan ketinggian. Oli multigrade diciptakan untuk memudahkan penyalaan mesin (khususnya daerah dingin, seperti pegunungan Indonesia), tetapi juga dapat melindungi komponen mesin ketika berada pada suhu tinggi.
Kekentalan oli mesin juga berpengaruh terhadap kinerja mesin dan konsumsi bahan bakar. Oli mesin dengan tingkat viskositas rendah seperti SAE 10W – 40, relatif irit bahan bakar, namun kurang baik untuk perlindungan mesin.
Oli dengan viskositas rendah / encer tidak menghambat pergerakan komponen mesin, sehingga pergerakan mesin lancar dan konsumsi BBM menjadi irit. Namun karena terlalu encer tadi, molekul oli lebih cepat rusak dan teroksidasi pada suhu tinggi.
Satu lagi standar Oli Mesin, adalah Standar API ServiceAPI adalah singkatan American Petrolium Institue. Standar ini adalah standar kualitas oli. API (Service/Spark Plug) semisal (SA, SB, SC, SD, . . dst) digunakan untuk mesin mobil atau mesin yang menggunakan bensin, sedangkan (Commercial) semisal (CF, CG, CH, CJ, . . .dst) digunakan pada mesin diesel (berbahan bakar solar). Semakin besar huruf belakang (mendekati Z), semakin tinggi kualitas oli tersebut.
Berikut daftar API Service yang sering dijumpai pada oli mesin diesel.
1.      CI-4. Dikeluarkan pada 5 September 2002, diperuntukan untuk mesin diesel 4T dengan kecepatan tinggi. Diformulasikan untuk daya tahan mesin. Mampu digunakan untuk menggantikan pelumas kategori CH-4, CG-4, dan CF-4.
2.      CH-4. Dikeluarkan pada 1998, diperuntukan untuk mesin diesel 4T dengan kecepatan tinggi. Diformulasikan untuk emisi buang rendah. Dapat digunakan untuk menggantikan pelumas kategori CG-4 dan CF-4.
3.      CG-4. Dikeluarkan pada tahun 1995, diperuntukan untuk mesin 4T dengan beban kerja yang berat, kecepatan tinggi, dan solar dengan kandungan sulfur 0,5%. Dapat digunakan untuk menggantikan pelumas kategori CF-4.
4.      CF-4. Dikeluarkan pada tahun 1990, diperuntukan untuk mesin diesel 4T dengan kecepatan tinggi yang menggunakan gas buang turbo charger maupun biasa.
Pilihlah oli mesin yang direkomendasikan oleh pabrik. Semisal dalam buku panduan, oli mesin yang digunakan SAE 15W-40 CG-4. Anda juga dapat menggunakan oli dengan SAE yang tertera di buku panduan, namun  menggunakan API Service yang lebih baru (CI-4). Jangan mengganti tingkat vikositas oli dengan yang lebih rendah, karena oli yang lebih encer, lebih mudah juga teroksidasi


Memahami Arti Kode pada Oli Mesin dan Penggunaannya




Sistem pelumasan pada mesin mobil menjadi hal penting karena menyangkut banyak hal. Salah memakai oli, mobil akan terasa tidak bertenaga dan dalam jangka panjang bisa merusak mesin. Bila diperhatikan, setiap oli mesin mempunyai beragam kode di kemasannya dan ini sebagai petunjuk digunakan untuk mobil teknologi mesin apa.
Dikutip dari Toyota Astra Motor, ada dua kode internasional yang umum digunakan pada setiap produsen oli. Kedua kode tersebut adalah SAE (Society of Automotive Engineers) dan API (American Petrolium Institute). SAE merupakan badan internasional yang menjelaskan kekentalan oli.

Hal ini berpengaruh pada saat pengaliran minyak pelumas serta ketahanannya di suhu udara. Kode pada SAE juga menunjukkan kemampuan suatu oli dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap pengaruh suhu mesin dan lingkungan baik itu dingin atau panas.



Jika angka indeks SAE kecil artinya oli semakin cair. Sehingga kemungkinan oli untuk membeku atau mengeras pada suhu rendah semakin kecil. Ini berguna ketika mesin mobil dinyalakan pada suhu dingin, misalnya saat musim salju di negara-negara Eropa atau Amerika. Pada oli mesin mobil biasanya diikuti huruf W singkatan dari winter (musim dingin) yang artinya penggunaan oli tersebut bisa sampai -20 derajat celcius. Misalnya SAE 5W, SAE 10W atau SAE 20W.
Namun oli tidak hanya harus bekerja dengan baik saat dinyalakan suhu mesin masih dingin, tapi juga ketika mesin bekerja. Umumnya oli yang digunakan ialah multigrade di mana kekentalannya menyesuaikan pada rentang temperatur mesin. Ini bisa dilihat angka yang mengikuti dibelakangnya.








Seperti SAE 5W-20 yang artinya suhu terendah oli tingkat kekentalannya 5, sedangkan pada suhu maksimum (panas) tingkat kekentalan oli 40.
Semakin rendah suhu udara di luar maka mobil membutuhkan oli yang lebih cair dengan kode 0W atau 5W. Namun semakin panas cuaca maka dibutuhkan oli dengan tingkat kekentalan lebih tinggi seperti 15W-30.
Pemakaian kekentalan oli yang tidak sesuai dengan suhu negara bisa menyebabkan kinerja oli tidak maksimal. Misalnya, oli SAE 5W-40 digunakan di Indonesia sebagai negara tropis, maka oli akan sangat cair dan sulit melakukan lubrikasi dengan baik.





Tetapi saat ini selain suhu lingkungan, ada hal lain dalam pemilihan oli mobil, yakni tahun produksi mesin. Pada mobil-mobil baru disarankan menggunakan oli yang cair. Dikarenakan dengan lebih maksimal.
Selain kode SAE, juga terdapat kode API. Perlu diperhatikan bahwa oli mesin bensin dengan diesel mempunyai kode API yang berbeda. Pada mesin bensin umumnya dimulai dengan huruf “S”, sementara diesel huruf “C”.
Setelah huruf tersebut diikuti dengan huruf kedua sesuai abjad. Misal SA, SB, SC, SD, SE dan seterusnya. Huruf kedua tersebut bisa diartikan untuk mesin mobil yang lebih modern. Adapun standarisasi API ini juga disesuaikan dengan perkembangan jenis mesin mobil. Umumnya semakin tinggi huruf kedua akan menunjukkan spesifikasi yang lebih tinggi.




Sebagai contoh, oli dari Toyota Motor Oil (TMO) Full Synthetic 0W-20 ECO Power API SN ILSAC GF-5 yang direkomendasikan untuk digunakan pada kendaraan Toyota Calya karena memiliki tingkat kekentalan yang cair sehingga membuat oli ini mampu melumasi seluruh bagian mesin dengan sempurna.
Minyak pelumas dari TMO ini tidak hanya telah lulus uji standarisasi internasional dari API (American Petroleum Institute) tapi juga telah lulus uji standarisasi dari ILSAC (International Lubricant Standardization and Approval Committee) yang terlihat dengan kode SN yang menunjukan standarisasi API, sementara GF-5 yang merupakan kode yang menunjukan telah uji standarisasi dari ILSAC.  


Sistem pelumasan campur

Pada sistem pelumasan campur ini, banyak digunakan pada mesin 2 tak pada sepeda motor. Pada sistem pelumasan campur ini pelumas atau oli samping dicampur dengan bahan bakar di dalam tangki.
Sifat-sifat pada sistem pelumasan campur ini adalah :
1.                  Oli yang digunakan selalu baru dikarenakan oli yang tercampur dengan bahan bakar nantinya juga akan ikut terbakar dan habis.
2.                  Timbul polusi yang dari knalpot atau gas buangnya berupa asap putih
3.                  Pemakaian oli menjadi lebih boros
4.                  Kandungan oli atau pelumas pada campuran bahan bakar dan oli yaitu 2 - 4 % (lebih tepatnya lihat spesifikasi pabrik)
5.                  Sistem pelumasan ini digunakan pada mesin 2 tak

Sistem pelumasan autolube

Pada sistem pelumasan autolube ini juga digunakan pada mesin 2 tak, prinsipnya sama dengan sistem pelumasan campur, yaitu mencampur oli samping dengan bahan bakar, tetapi bedanya pencampuran ini tidak dilakukan langsung pada tangki bahan bakar melainkan oli samping dan bahan bakar nantinya akan dicampur pada ruang engkol. Pada sistem pelumasan autolube ini, oli ditempatkan pada wadah tersendiri yang nantinya oli akan masuk ruang engkol karena dipompa oleh pompa oli.
Sifat-sifat pada sistem pelumasan autolube sama dengan sistem pelumasan campur yaitu :
1.                  Oli yang digunakan selalu baru dikarenakan oli yang tercampur dengan bahan bakar nantinya juga akan ikut terbakar dan habis.
2.                  Timbul polusi yang dari knalpot atau gas buangnya berupa asap putih
3.                  Pemakaian oli menjadi lebih boros
4.                  Kandungan oli atau pelumas pada campuran bahan bakar dan oli yaitu 2 - 4 % (lebih tepatnya lihat spesifikasi pabrik)
5.                  Sistem pelumasan ini digunakan pada mesin 2 tak
6.                  Memerlukan wadah untuk menampung oli samping

Sistem pelumasan percik

Pada sistem pelumasan percik ini, memanfaatkan gerakan putar dari poros engkol untuk memercikkan oli kebagian-bagian mesin yang memerlukan pelumasan. Pada sistem pelumasan percik ini, pada bagian poros engkol dibagian bawahnya menyerupai sendok, sehingga ketika poros engkol berputar, oli yang berada dikarter akan terbawa dan dipercikkan oleh bagian poros engkol
Sifat-sifat pada sistem pelumasan percik ini adalah :
1.                  Penggantian oli atau pelumas ini dilakukan pada jarak waktu atau jerak tempuh kilometer tertentu.
2.                  Pelumasan kurang baik karena hanya bagian-bagian tertentu saja yang dapat dijangkau oleh percikkan olinya.

Sistem pelumasan tekan


Pada sistem pelumasan tekan ini, pelumas atau oli akan disirkulasikan ke seluruh bagian mesin oleh pompa oli. Pompa oli pada sistem pelumasan ini berfungsi untuk memompa atau menekan oli, agar oli dapar bersirkulasi ke seluruh bagian mesin sehingga semua bagian mesin mendapatkan pelumasan
Sifat-sifat pada sistem pelumasan tekan ini adalah :
1.                  Pelumasannya merata dan teratur
2.                  Sistem pelumasan ini dapat digunakan pada mesin 4 tak maupun 2 tak
3.                  Penggantian oli atau pelumas ini dilakukan pada jarak waktu atau jerak tempuh kilometer tertentu




Nama    : Ryan Yusuf Adicondro 
Nim      : ( 162170076 )

semster  : 5B 
Tugas ini di peruntuhkan untuk memenuhi tugas mata kuliah media pembelajaran um purworejo 2018 
sekian info dari saya tentang handout bila ada kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar - besarnya terimakasih.







Tuesday, November 22, 2016

BIODATA ADMIN



BiodataMahasiswa
A.      KeteranganDiriMahasiswa
1.      NIM                             : 162170076
2.      Nama                          : RYAN YUSUF ADICONDRO
3.      Tempat,TanggalLahir : PURWOREJO,3 MEI 1998
4.      JenisKelamin               : LAKI-LAKI
5.      Agama                         : ISLAM
6.      Hobby                          : NONTON FILM 
7.      Kewarganegaraan      : INDONESIA
8.      Status dalamKeluarga:  ANAK KANDUNG
9.      Alamat                                    : PERUM PEBPABRI BOROKULON
10.  No.Telp/HP                  : 085228988242
11.  Email                           : yusufryan22@gmail.com
B.      Keterangan Orang Tua
a.      Ayah
1.      Nama                          : mujiyanto  
2.      Tempat,TanggalLahir    :magelang
3.      Alamat                           kubulijaya,lambar
4.      Agama                         : ISLAM
5.      Pekerjaan                    : BURUH
6.      PendidikanTerakhir     : Sma
b.      Ibu      
1.      Nama                          :sunarsih
2.      Tempat,TanggalLahir    : kubulikujaya kab.lambar
4.      Agama                         :ISLAM
5.      Pekerjaan                    : IBU RUMAH TANGGA
6.      PendidikanTerakhir       sma